Kisah Burung Serakah

Pengantar :

Anak-anak, kalian masih ingat dengan Pak Guru Tus yang datang menceritakan dongeng tentang Putri apa tuh…ada yang ingat judulnya ?
Nah, kali ini Pak Guru Tus akan mendongeng kembali, ceritanya bagus dan menarik, banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik. Selamat membaca !

Adik-adik, suatu siang yang dingin di hari Jumat, 2 Januari 2009, terbanglah di udara dua ekor burung merpati tidak jauh dari taman air mancur depan toko Biccamera Nagoya.

“Aku lapar,” kata si merpati jantan. “Aku ingin makan!”

“Berdoalah kepada Tuhan, semoga Dia memberikan rejeki kepada kita sekarang,” hibur si merpati betina.

Tuhan pun mengabulkan doa kedua makhluk bersayap itu. Di dekat taman air mancur tanpa sengaja seorang anak kecil yang sedang berjalan sambil makan terjatuh sehingga roti dalam genggamannya berceceran di tanah.

foto-burung-1-dongeng-pak-tus1

Melihat makanan, kedua burung merpati itu pun terbang mendekat dan hinggap di dekat roti.

“Asyik, akhirnya ada makanan juga. Wah, pasti enak nih!” ucap merpati jantan gembira.

Alhamdulillah. Tuhan Maha Pengasih. Ayo kita makan bersama-sama!” ajak si betina.

foto-burung-21

“Tunggu!” cegah si jantan. “Kamu kan tadi sudah makan. Semua roti itu untukku.”

“Kan rotinya ada dua, satu buat kamu dan yang satunya buat aku ya,?” pinta si betina.

“Tidak boleh. Kedua roti itu milikku. Kamu hanya boleh minta sisa-sisanya”

Si betina tidak berani melanggar larangan si jantan. Akhirnya dia hanya bisa berdiri di belakang sambil mematuk sisa-sisa makanan.

foto-burung-32

Hujan turun mengguyur Nagoya; orang-orang di jalan yang takut basah segera berlari menuju toko atau stasiun. Burung merpati jantan yang kekenyangan tidak menyadari bahaya yang mengancam. Puluhan kaki manusia bergerak cepat hingga mata mereka tidak melihat ada dua ekor burung sedang asyik makan. Si betina selamat karena tubuhnya dapat dengan lincah menghindar dari kaki-kaki manusia, sementara si jantan harus menanggung luka serius akibat terinjak oleh beberapa kaki manusia.

Hikmah:

1) Celakalah mereka yang kikir/pelit berbagi dengan sesama.

2) Berbahagialah manusia yang murah hati dan suka menolong.

3) Kekenyangan membuat hati manusia menjadi gelap dan  jiwa      menjadi malas

Penulis : Pak Guru Tuswadi Koesnadi

2 Comments

Filed under Dongeng guru

2 responses to “Kisah Burung Serakah

  1. Acap kali ketika kekurangan, manusia meminta Tuhan mencukupkannya seraya berniat banyak berbagi dengan sesama.

    Takala Tuhan mengubah keadaannya dari miskin menjadi kaya, tiba-tiba mereka berpaling dan takut merana sehingga begitu beratnya membantu sesama dengan harta yang dicintainya.

    Semoga kita tidak termasuk manusia yang demikian. Amin

  2. oke juga… ceritanya. moga aja jadi masukan. amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s